Materi UN 2012 – Geografi

ASAL USUL TERJADINYA BUMI

 Proses Terjadinya Bumi

Pembentukan bumi diperkirakan merupakan bagian dari proses yang sama dengan pembentukan matahari dan planet lain dalam tata surya, yaitu 4,6-4,7 miliar tahun yang lalu.Jarak bumi ke matahari yanag terjauh (aphelion) adalah 152,5 juta km dan yang terdekat (perihelion) 147,5 juta km atau rata-rata 150 juta km (1 SA= 1 Satuan Astronomi). Secara umum sifat-sifat bumi sebagai benda langit meliputi: bentuk bulat, bukan sumber cahaya sejati, berotasi dari barat ke timur, berevolusi mengelilingi matahari yang bentuk lintasannya elips dengan eksentrisitas 1/60, lama revolusi 365 hari, lama rotasi 24 jam.

Teori Lempeng Tektonik

Prinsip dasar teori lempeng tektonik menyebutkan bahwa kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk yang tidak beraturan. Lempeng-lempeng tersebut dinamakan lempeng litosfer. Lempeng litosfer terdiri atas dua lempeng yakni lempeng samudera dan lempeng benua. Kedua lempeng tersebut berada diatas lapisan astenosfer, yakni suatu lapisan yang cair. Beberapa ahli yang mengemukakan teori pergerakan lempeng antara lain :

Alfred Lothar Wegener

Teorinya disebut Teori Apungan Benua (Continental Drift) dan Pergeseran benua-benua. Titik tolak teori Wegener ini adalah :

Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan Selatan, dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis tersebut sebenarnya dahulu merupakan daratan yang berimpitan.

Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan keepatan 36 meter/tahun, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 5 meter/tahun. Menurut Wegener benua-benua yang sekarang ini dulunya merupakan satu benua yang disebut Pangea

Ed Suess

Menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Ameika Selatan, India, Australia dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut benua Gondwana.

Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena yaitu :

Lempeng samudera menujam ke bawah lempeng benua.

Terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu.

Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.

Terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.

Merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam.

Penghanuran lempeng akibat pergesekan lempeng, dan

Timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange (Bahasa Perancis)

 Bentuk Pergerakan Lempeng:

Konvergen= Gerak lempeng saling mendekat.

Akibatnya:

Terbentuknya pegunungan.

Terbentuknya palung laut (Trench/Trog).

Divergen = Gerak lempeng saling menjauh.

Akibatnya: Terbentuknya tanggul dasar samudera (Mid Oceanic Ridge).

Sesar / Transform = Gerak lempeng saling menggunting / menyamping.

Akibatnya : Terbentuknya Patahan San Andreas.

Geografi UN 2012

Peta Lempeng Tektonik Dunia :

 Teori Pembentukan Jagad Raya

Beberapa teori dari para ahli yang mengemukakan proses terjadinya bumi, antara lain:

1. Hipotesis Kabut / Nebula

  • Immanuel Kant (Jerman, 1775)

Awalnya, ruang angkasa hanya berisi gas-gas. Gas yang bermassa besar menarik gas lain di sekitarnya membentuk matahari. Bola-bola gas yang saling bertumbukan menimbulkan panas sehingga terjadi putaran kabut. Kabut mengumpul dan menjadi dingin hingga akhirnya memadat menjadi planet.

  • Pierre de Lapplace (Prancis, 1796)

Awalnya kabut dalam ruang angkasa berputar, terjadi gumpalan awan di khatulistiwa. Material dari pusat putaran pindah ke gumpalan awan membentuk planet yang terus mengitari pusat massa awal.

 

(Gambar: Hipotesis Kabut/Nebula)

2. Hipotesis Planetisimal

Thomas C. Chamberlin (1843-1928) dan Forest R. Moulton (1872-1952), keduanya adalah ilmuwan Amerika. Pada tahun 1900 mengemukakan bahwa  Matahari sudah ada sejak awal sebelum planet terbentuk. Ada benda langit dekat matahari yang gravitasinya menarik material matahari. Material matahari yang tertarik menjadi gumpalan (planetesimal) yang terus berkembang menjadi planet.

 

3. Hipotesis Proto Planet

Carl Von Wiezsaeker (1940) dan G.P. Kuiper (1950)

Kedua ahli menyatakan bahwa tata surya terbentuk dalam waktu yang bersamaan dari gumpalan awan gas dan debu (hidrogen dan helium). Awan gas mengalami pemutaran dan pemadatan lalu membentuk seperti cakram. Bagian tengah mempunyai daya tekan yang besar, terbentuklah matahari. Selanjutnya bagian yang diselimuti kabut, dan pecah  menjadi awan yang lebih kecil lagi disebut Proto Planet.

4. Hipotesis Bintang Kembar

Fred Hoyle, 1956

Dalam tata surya terdapat dua bintang kembar yang salah satunya tidak stabil. Bintang yang tidak stabil kemudian meledak. Pecahannya lalu mengitari bintang yang satu lagi. Bintang yang dikelilingi pecahan-pecahan itu adalah matahari dan pecahan-pecahan yang mengelilinginya  menjadi planet setelah mendingin.

 

5. Hipotesis Pasang Surut Gas

Sir James Jeans dan Harold Jaffries, 1917

Teori ini sangat mirip dengan Teori Planetesimal dimana ada 2 matahari dalam sistem tata surya. Gaya gravitasi saling menyebabkan terjadinya pasang surut di permukaan keduanya. Bagian permukaan yang tertarik berpisah dari keduanya dan membentuk lidah pijar raksasa. Kemudian lidah pijar itu menggumpal dan mendingin hingga menjadi planet. Dan berbentuk seperti cerutu.

(Gambar: Hipotesis Pasang Surut Gas)

 

Akibat Gerakan Planet :

Rotasi Bumi:

 

Revolusi Bumi Presesi Bumi
1.Peredaran semu harian benda langit. 1. Gerak semu matahari 1. Karena presisi bumi adalah searah jarum jam dan bumi berevolusi berlawanan arah jarum jam mengitari matahari, maka tahun tropik lebih pendek 20 menit daripada tahun siderik.
2. Pergantian siang dan malam. 2. Perubahan lamanya siang dan malam 2. Bintang-bintang yang berbeda dapat menjadi bintang utara.
3. Perbedaan waktu. 3. Pergantian musim  
4. Pembelokan arah angin. 4. Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.  
5. Pembelokan arus laut.    
6.Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi.    

 

1.      Menganalisa dinamika unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia

MATERI

INDIKATOR SOAL

Muka bumi Tektonik Siklus Batuan, Morfologi dasar laut
Muka bumi Vulkanik Manfaat material vulkanik
Gempa bumi Mitigasi bencana gunung api/gempa bumi/tsunami
Klasifikasi jenis tanah Faktor pembentuk tanah, faktor yang mempengaruhi infiltrasi
Usaha menjaga kesuburan tanah Upaya mempertahankan kesuburan
Lapisan Atmosfer Karakteristik perlapisan
Cuaca Jenis hujan berdasarkan prosesnya
Klasifikasi Iklim Tipe iklim Junghuhn, Schmidt-Fergusson, Koppen
Air tanah Daur Hidrologi, Jenis air tanah (Freatik, Artesis)
Sungai Bagian-bagian sungai, Erosi –disajikan foro meander, menujukkan sisi pengendapan dan sisi lain yang ter-Erosi vertikal dan Horizontal (bagian sungai yang mengalami sedimentasi akibat erosi dan daerah yang menjadi rawan erosi), dan Abrasi (Erosi dengan arah vertikal).
Danau Manfaat danau untuk penduduk setempat
Air laut Morfologi dasar laut, Faktor yang berpengaruh pada arus laut